This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 15 Agustus 2013

Pungli Program Sertifikat Prona di kec Bitung


Cibitung, Gapura Nusantara- Diduga adanya pungli dan menjadi ajang bisnis oknum dalam Program Sertifikat Prona yang dilaksanakan di kec. Cibitung.

Pasalnya dalam
Program Sertifikat Prona masyarakat di pungut biaya berkisar 400 ribu sampai 600 ribu dengan jaminan lancar dan beres. Hal ini menjadi keprihatinan yg mendalam dimana Program Sertifikat Prona yang dilaksanakan pemerintah adalah GRATIS.(Elang)

Adanya Mark Up Anggaran Program Irigasi di Kab. Pandeglang

Kab. Pandeglang, Gapura Nusantara-
Diduga adanya mark up anggaran
program irigasi pengairan Kab. Pandeglang dengan CV pemenang tender.

Pasalnya hingga kini pekerjaan di semua lini khususnya di Kecamatan Cimanggu Kab. Pandeglang tidk sesuai bistek.

Hasim selaku Kabid ketika di konfirmasi mengenai perihal ini tidak respon seolah olah tutup mata dan menutupi permasalahan.
(Elang)

Sosialisasi Program XL


Kab. Pandeglang, Gapura Nusantara -
Kelompok tani di Kecamatan Cimanggu Kab. Pandeglang sedang mengadakan musyawarah bersama Bapak Eman Kepala UPT dalam rangka Sosialisasi Program XL.(Elang)

Wujudkan Pemakaman HITT


Jakarta, Gapura Nusantara- Untuk mewujudkan tertatanya Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Keindahan Kota serta kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemakaman di Jakarta, Taman Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur Unit Kristen terus mengoptimalkan pelayanan yang maksimal.

Menanggapi Kegiatan Plakatisasi  (Perapihan Batu Nisan) di 5 Lokasi Taman Pemakaman Umum (TPU) yang sudah di program Dinas Pertamanan dan Pemakaman Provinsi DKI, diharapkan dapat menciptakan pemakaman di Jakarta menjadi pemakaman HITT (Hijau Indah Tertib Teratur) dan masyarakat para ahli waris apabila berkunjung/berziarah ke lokasi pemakaman merasa nyaman, ujar Ede Kepala TPU Tegal Alur Unit Kristen Jakbar.

“Perawatan makam terus dilakukan agar tetap terjaga kebersihannya, sehingga kenyamanan akan dirasakan oleh para peziarah. Pengawasan langsung menjadi tolak ukur dalam mengawasi sejauh mana kinerja dari para perawat makam, sehingga program Menuju Pemakaman HITT (Hijau Indah Tertib Teratur) akan terealisasi dengan baik”, ujar Ede kepada wartawan Gapura Nusantara disela aktifitasnya.(Dedy/Amsori)

Plakatisasi Taman Pemakaman Umum di Jakarta


Jakarta, Gapura Nusantara- Program Dinas Pertamanan dan Pemakaman Provinsi DKI Jakarta tahun 2013 tentang Kegiatan Plakatisasi  (Perapihan Batu Nisan) di 5 Lokasi Taman Pemakaman Umum (TPU), diharapkan dapat menciptakan pemakaman di Jakarta menjadi pemakaman HITT (Hijau Indah Tertib Teratur). 

Dalam hal ini masayarakat Luas, ahli waris dan peziarah agar turut serta berpartisipasi mendukung Program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut. Dengan adanya Plakatisasi agar masyarakat luas, ahli waris dan para keluarga, yang pemakamannya masih berbentuk perkerasan/semen agar mengetahui dan mendukung program Dinas Pertamanan dan Pemakaman,  yang akan membongkar dan meratakan, serta mengganti dengan taman rumput  hijau, dan diatasnya cukup ditandai dengan plaket, agar tampak rapi, hijau  indah dan asri.

Satibi Darwih Kepala TPU Tegal Alur Unit Islam Jakbar, sambut baik dengan adanya Plakatisasi yang akan dilaksanakan bulan Agustus 2013 ini. “Rencananya sebanyak  ±  338 makam di TPU Tegal Alur akan di Plakatisasi, dan lokasi yang akan di Plakatisasi diantaranya  Blok AA II,  Blad 1 sebanyak  245 makam  dan Blad 4  sebanyak  93 makam”, katanya.

Menurutnya dengan adanya  kegiatan Plakatisasi seperti ini,  diharapkan pemahaman masyarakat, ahli waris semakin meningkat. Sehingga program Menuju Pemakaman HITT (Hijau Indah Tertib Teratur) di Jakarta terrealisasi dengan baik.

“Selain makam tampak rapi indah, Juga menambah volume resapan air dilokasi pemakaman. Kelak, masyarakat para ahli waris apabila berkunjung/berziarah ke lokasi pemakaman merasa nyaman karena pemakaman sudah tidak becek, kesan angker tiada lagi, dan apabila keluarga ahli waris yang meninggal dan hendak ditumpang pada makam keluarganya tersebut, maka akan mudah digali dan dirapikan kembali, ujarnya menerangkan kepada wartawan Gapura Nusantara.

Adapun pelaksanaan Kegiatan Plakatisasi di  5 (lima) titik pemakaman TPU diwilayah Jakarta, diantaranya : TPU Tegal Alur Jakarta Barat, TPU Karet Bivak Jakarta Pusat, TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan, TPU Menteng Pulo Jakarta Selatan,  dan TPU Karet Pasar Baru Barat Jakarta Pusat.
Dengan adanya penataan tersebut akan menimbulkan kesan kepada para penziarah, bahwa area makam di TPU yang ada diwilayah Jakarta saat ini kondisinya Nyaman, Indah dan Teratur dan dengan Sosialisasi ini diharapkan dapat lebih memudahkan dan menambah pemahaman masyarakat luas, tentang  Plakatisasi.(Dedy/Amsori)

Tumpukan Sampah Tutupi Jalan di Tanjung Pura, Kalideres

Jakarta, Gapura Nusantara- Masyarakat dan pengguna jalan resah dan terganggu dengan adanya lokalisasi pembuangan sampah di jalan Tanjung Pura, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakbar.

Pasalnya lokasi pembuangan sampah tidak mendapat penanganan langsung dan kurang pengawasan. Sampah berceceran hingga ke jalan dikarenakan sarana penampungan yang tidak memadai. Penampungan sampah yang terlalu kecil dan tidak sesuainya jumlah volume sampah yang dihasilkan mengakibatkan sampah tidak tertampung hingga memakan bahu jalan.

“Saya merasa terganggu dan tidak nyaman apabila melewati pembuangan sampah tersebut. Apalagi ketika adanya pembakaran sampah, sehingga asap sampah tersebut mengganggu para pengendara baik motor dan mobil. Tentu saja hal ini dapat membahayakan para keselamatan jiwa pengendara”, ujar Marsalih warga setempat.

“Harapan kami segera instansi terkait, Dinas kebersihan lakukan pengangkutan dan pengawasan yang lebih intensif terhadap pembuangan sampah di jalan Tanjung Pura. Hal ini sudah lama terjadi namun belum adanya penanganan yang serius”, katanya menambahkan.(Dedy)

Sabtu, 27 Juli 2013

SUDIN PEMAKAMAN JAK-BAR KESULITAN ATASI PUNGLI DAN CALO DI PEMAKAMAN

Jakarta, Gapura Nusantara-
Praktik pungutan liar (pungli) atau percaloan pemakaman hingga kini disinyalir masih kerap terjadi di sejumlah Taman Pemakaman Umum (TPU) di Ibu kota. Parahnya lagi, jumlah tenaga pengawas yang dimiliki juga sangat minim sehingga menyulitkan pemberantasan praktik pungli maupun percaloan yang kerap terjadi.

Dari retribusi yang sudah ditentukan Pemerintah, nyatanya bisa mencapai jutaan rupiah. Tentu saja hal ini menjadi beban bagi sejumlah ahli waris makam. Kurangnya informasi dan transparansi petugas pemakaman disinyalir adanya kongkalingkong antara petugas resmi dengan calo pemakaman, sehingga para calo makam berani untuk meminta biaya lebih gali tutup lobang. Padahal sudah jelas tertera bahwa biaya gali tutup lobang “GRATIS”.

Kepala Sudin Pemakaman Jakarta Barat, M Yuswardi tidak menampik masih adanya praktik pungli yang terjadi di sejumlah TPU yang terdapat di wilayah Jakara Barat. Hanya saja, kata Yuswardi, pihaknya mengaku kesulitan memberantas praktik pungli tersebut lantaran minimnya petugas pengawas di instansinya.

"Saya tidak menampik memang persoalan itu hingga kini masih ada. Tapi, bukan kami tidak mampu menertibkannya. Coba kalau kita keluarkan pekerja gali tutup kubur, siapa lagi yang mau mengerjakan, sementara staf kami saja di setiap TPU hanya ada satu - dua orang. Jadi dari 11 TPU di Jakarta Barat, kami hanya memiliki 18 pegawai yag bertugas," ujar Yuswardi,
Dikatakan Yuswardi, secara keseluruhan, pihaknya hanya memiliki 33 pegawai di Kantor Sudin Pemakaman Jakarta Barat. Jumlah tersebut tentu saja masih jauh dari ideal. "Idealnya pegawai di setiap TPU minimal 10 orang. Dengan jumlah sebanyak itu tentu dapat dilakukan pengawasan secara maksimal,

Untuk itu, sambung Yuswardi, pihaknya mengimbau kepada ahli waris makam untuk membayar retribusi per tiga tahun dan bisa langsung dibayarkan ke kantor pelayanan Walikota Jakarta Barat. Hal ini diharapkan bisa meminimalisir praktik percaloan di pemakaman. "Dengan membayar retribusi di kantor pelayanan Walikota Jakarta Barat, saya jamin tidak akan ada pungli," tandasnya. 
(Alay Pribadi/Dedy)