This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 02 Desember 2013

Yayasan Al-Hafitd Mi Mts dan SMK Bandara Berdiri di Atas Lahan Tanah Yang Bersengketa ???




“Keluarga dari penggarap tanah atau ahli waris sampai saat ini tidak pernah mendapatkan hak-haknya

Tangerang, Gapura Nusantara - Berdirinya Yayasan Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Nurul Khairat, Sanawiyah dan SMK Bandara di duga dan di indikasikan berdiri diatas tanah yang statusnya masih bersengketa dengan beberapa orang yang selama ini mengaku sebagai keluarga yang meggarap tanah yang berlokasi di Kampung Rawa Bokor, Kelurahan Benda, Kecamatan Cengkareng.


Menurut kronologis dan keterangan beberapa narasumber yang mengaku sebagai anak  dari penggarap dan ahli waris mengatakan, kalau  pemilik tanah adalah Biyar Bin Kuntul, yang dilahirkan di Kampung Rawa Bokor pada tahun 1870.
 
Pada tahun 1947 Biyar bekerja di perkebunan kelapa kepunyaan tuan tanah Cengkareng sebagai centeng keamanan sampai tahun 1962 di perkebunan kelapa yang berlokasi di kampung Rawa Bokor,  Kelurahan Benda, Kecamatan Cengkareng.

Pada saat itu Biyar mempunyai sebidang tanah garapan yang berada di lingkungan perkebunan kelapa  yang luasnya 3250 M, di tambah rumah tinggal Dinas. Kemudian pada tahun 1962 tanah tersebut di ambil paksa oleh Pamong Desa untuk didirikan Sekolah Dasar (SD) separuh dari jumlah tanah yang 3250 M, tanpa adanya ganti rugi uang rupiah sama sekali dari pihak Pamong Desa.

Kemudian pada tahun 1966 bulan September sisa tanah tersebut di ambil lagi untuk di dirikan lagi sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang diberi nama Nurul Khairat. Pengambilan tanah tersebut juga tidak ada ganti rugi uang rupiah sama sekali dengan tidak ada penjelasan kepihak penggarap  sebagai ahli waris.

Madrasah  Ibtidaiyah  yang di dirikan  di atas tanah tersebut oleh H. M. Azhari dan H. M. Soleh. Sejak berdirinya Madrasah  yang di kelola oleh H. M. Azhari dan H. M. Soleh sampai tahun 1975 terjadilah perubahan setatus, perubahan tersebut merupakan pemecahan wilayah.
 
Pada tahun 1975 dari kampung Rawa Bokor Kelurahan Benda Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat, menjadi Kelurahan Benda Kecamatan Batu Ceper D.T11 Tangerang. Dengan berjalanya waktu pendiri madrasah  ibtidaiyah H. M. Azhari, menyerahkan madrasah tersebut kepada adiknya H. M. Nur Rais dan di bantu oleh H. Mudarif  Bin H. Pidan, keduanya adalah lulusan sekolah Madrasah Ibtidaiyah  Nurul Khairat.

Adapun lokasi tanah yang sampai saat ini masih dalam pengelolaan, Sekolah Dasar  di kelola oleh pemerintah dan untuk Madrasah Ibtidaiyah(MI) di kelola oleh perorangan.
Pada tahun 1980 H. M. Nur Rais keluar dari Sekolah Madrasah Ibtidaiyah tersebut tanpa memberikan alasan apapun. Selanjutnya sekolah Madrasah Ibtidaiyah Nurul Khairat di kelola H. Mudarip bersama keluarga dan saudaranya.
 
Menurut keterangan beberapa keluarga yang mengaku anak dari ahli waris tanah tersebut mengatakan, pada tahun 1983 tanah perkebunan kelapa yang berada di lokasi Kelurahan Benda diberikan surat kepemilikan oleh pemerintah berbentuk Girik kepada masyarakat, sementara tanah yang saat itu di duduki Sekolah Dasar dan Madrasah di jadikan satu surat Girik Sekolah Dasar Negri Rawa Bokor yang luasnya 3250M. Pada saat itu Kelurahan Benda di pimpin Syair, sebagai Lurah Benda Tangerang.

Kemudian pada tahun 1998 ada pemutihan surat tanah ajukasi dari Girik menjadi Sertifikat, terjadilah perubahan surat tanah menjadi dua sebagian surat tanah Sekolah Dasar Negeri dan sebagian milik Madrasah, yang dalam sertifikat tersebut di duga dan di indikasikan menjadi atas nama H. Mudarif bin H. Pidan seluas 1500M. Menurut keterangan yang didapat dilapangan berdasarkan sumber informasi beberapa nara sumber dengan perubahan status surat tanah yang sebelumnya Girik kemudian menjadi sertifikat atas nama H. Mudarif pada tahun 1999 dengan luas tanah 1500M terjadilah pembentukan Yayasan yang bernama AL-HAPTID, yang dikeluarkan pada tahun 2000 kemudian tanah tersebut diisi pendidikan diantaranya, MI, MTS dan SMK Bandara.

Pada saat terjadinya ajudikasi yang menjabat sebagai Kepala Desa saat itu adalah H. Abdul Razak dan keberadaan tanah tersebut berlokasi di Jl. Husein Sastra Negara RT 04/03 Kelurahan Benda Kota Tangerang Banten.

Dalam susunan kronologis silsilah tanah, keluarga penggarap atau ahli waris dibawah diantaranya Biyar Bin Kuntul mempunyai lima orang anak dua laki-laki dan tiga permpuan. Diantaranya Tuin Bin Biyar, Boin Bin Biyar, Hj. Nur Binti Biyar, Oyok Binti Biyar dan Imot atau Saimah Binti Biyar, mereka sebagai keluarga dari penggarap tanah atau ahli waris sampai saat ini tidak pernah mendapatkan hak-haknya menurut keterangan yang didapat di lapangan dari salah satu keluarga kepada Wartawan Gapura Nusantara, Saali Bin Boin, saat di kunjungi di rumahnya Jl. Buaran Bambu Paku Haji RT 02 RW 03 Tangerang Banten.(Dedy|Agung)

Pengendara Satria Tewas Ditabrak Truk di Cengkareng



Jakarta, Gapura Nusantara - Seorang pengendara motor tewas mengenaskan setelah ditabrak truk berisi tanah di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, tepatnya di depan Masjid An-Nur, pada pukul 14.30 WIB, Senin (2/12/2013).

Menurut saksi mata, korban yang melaju dari arah Tangerang tersenggol truk tanah sehingga kecelakaan tidak bisa dihindari dan tewas seketika.

“Pengendara sepeda motor Suzuki Satria hitam bernopol B 3671 BEF melaju kencang dari arah Tangerang dan tiba-tiba tersenggol truk tanah sehingga kecelakaan tidak bisa dihindari. Sempat pengemudi truk tanah kabur, namun di jaga oleh warga dan truk tanah tersebut diamankan Ditlantas setempat” ujar Panjul menjelaskan.

Wakasat Lantas Polres Jakarta Barat, Komisaris Budiyono mengatakan, korban bernama Ridho Saputra (23) tewas setelah sepeda motor Suzuki Satria bernopol B 3671 BEF miliknya ditabrak oleh truk bernopol B 9353 FJ.

Saat ini, jenazah korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangungkusumo (RSCM) Jakarta Pusat untuk dilakukan autopsi.(Erni|Agung|Solihin)

Warga Ketapang, Cipondoh Tangerang Antusias Pembuatan Drainase di Wilayahnya



Tangerang, Gapura Nusantara – Pelaksanaan pekerjaan galian saluran/DRAINASE di jalan K. H. Dewantoro, Ketapang, Cipondoh-Tangerang, sudah mulai dikerjakan beberapa hari yang lalu. Masyarakat sangat antusias dengan adanya pelaksanaan galian saluran diwilayahnya tersebut.

Sesuai dengan tekhnis pelaksanaannya, rencananya pekerjaan galian saluran/DRAINASE ini sepanjang 200 meter, ujar Wawan mandor proyek pekerjaan galian saluran mengatakan kepada wartawan Gapura Nusantara, Senin (3/12/2013).

“Rencananya dan sesuai arahan dari pelaksana proyek bahwa galian saluran ini sepanjang 200 meter”, ujarnya.

Sutang Ketua RW 02 Ketapang, Cipondoh-Tangerang, membenarkan adanya pelaksanaan pekerjaan galian saluran/DRAINASE diwilayahnya tersebut. Saluran air/DRAINASE diwilayahnya memang sudah lama diharapkan, karena ketika hujan tidak ada pembuangannya sehingga menjadi genangan air, ujarnya menjelaskan kepada wartawan.

“Warga sangat antusias dengan adanya pelaksanaan pekerjaan galian saluran diwilayahnya, dan memang hal ini sudah lama diharapkan, karena sebelumnya ketika hujan jalan menjadi genangan air dikarenakan tidak ada pembuangan air”, katanya.(Dedy|Agung|Solihin)

Mahasiswa Baru Tewas di Tangan Senior

Jakarta, GNN – Seorang mahasiswa baru, jurusan Planologi, Institut Tekhnologi Nasional (ITN) Malang, meninggal dunia pada saat acara orientasi Kemah Bakti Desa dan Temu Akrab di Kawasan Pantai Goa China, desa Sitiarjo Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang, pada sabtu (13/10/2013) lalu. Fikri, mahasiswa baru yang berasal dari Mataram, NTB, meninggal dunia akibat tindakan kekerasan yang dilakukan pihak panita.
 
Penjelasan yang didapatkan seputarmalang.com dari pihak kampus melalui Kepala Jurusan (Kajur) Planologi, Ibnu Sasongko, menuturkan, kegiatan KBD (Kemah Bakti Desa) dan Temu Akrab sudah menjadi tradisi mahasiswa baru ITN, jurusan Planologi.

Adapun kematian mahasiswa baru tersebut, dianggap sebagai musibah yang bisa terjadi pada siapapun. Lanjutnya, penuturan yang didapatkan dari panitia, korban saat kegiatan berlangsung banyak mendapatkan perlakuan khusus, dikarenakan postur tubuhnya yang gemuk sehingga dikhawatirkan akan mudah terkena dehidrasi.

“Seperti pada waktu acara pembersihan pantai dan naik bukit, korban mendapatkan perlakuan khusus dengan naik sepeda motor menuju lokasi, dan tiba-tiba saat sampai, korban sudah tidak sadarkan diri sambil mendengkur (ngorok, red). Akhirnya, oleh pihak panitia dibawa ke pos terdekat, hingga dibawa ke RSU Saiful Anwar, Malang. Namun nyawanya sudah tidak tertolong lagi,” tutup Ibnu Sasongko.

Sedangkan hasil investigasi seputarmalang.com dilapangan yang mewawancarai narasumber (teman korban, red) mendapatkan cerita yang bertolak belakang dengan yang disampaikan pihak kampus ITN. Menurut cerita yang dipaparkan oleh teman korban, kegiatan KBD (Kemah Bakti Desa) tersebut tidaklah manusiawi, seperti pemberian air mineral yang hanya dua botol kepada seluruh mahasiswa baru yang berjumlah 114 orang oleh pihak panitia (Fendem, red).

“Jangankan Alm. Fikri yang tidak akan mengalami dehidrasi. Kami banyak yang menahan haus, karena satu orang hanya bisa meneguk satu sendok air mineral. Dan pada hari Jum’at malamnya (11/10/13), pada saat acara ‘take me out’, terjadi skenario kekerasan terencana yang dilakukan oleh Fendem (senior keamanan). Alm. Fikri disuruh menyampaikan ungkapan keinginannya atas perlakuan Fendem kepada temen-temannya. Alm. Fikri berkata, ‘Saya akan melindungi kalian teman-teman, dari kekerasan Fendem!’,” cerita narasumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Dia pun menambahkan, hal tersebut dikarenakan sebelumnya korban melihat perlakuan Fendem yang tidak manusiawi, seperti sebuah pisang yang harus digunakan untuk menggosok gigi secara bergilir. Dan bagi yang terakhir, harus memakan pisang tersebut yang ternyata jatuh pada korban. Lebih gilanya lagi, pada jam dua dini hari, mahasiswa baru dibangunkan secara paksa sambil ditendang dan diinjak. Bahkan, mahasiswa baru putri mengalami pelecehan seksual. Mereka disuruh membentuk singkong yang menyerupai alat kelamin laki-laki, dan lalu dipaksa mengelus-ngelusnya seperti melakukan oral seks.

Pernyataan korban yang akan menyelamatkan teman-temannya dari kekerasan Fendem tersebutlah yang membuat dirinya disiksa habisan-habisan. “Alm. Fikri dibawa kebalik tenda, dan lalu disiksa oleh Fendem. Sedangkan kami hanya mendengar erangan kesakitan dari Almarhum. ‘Kalau kau mau mati, mati aja kau. Biar dikubur disini! ” ucap narasumber tersebut, menirukan percakapan salah seorang anggota Fendem yang membentak korban.
Fikri meninggal akibat kehabisan nafas (dehidrasi, red) setelah melakukan perataan lahan di penanaman mangrove disekitar lokasi, saat perjalanan menaiki bukit. Namun, pihak panita justru menganggapnya hanya berpura-pura. Yang pada akhirnya, Fikri pun pingsan tidak sadarkan diri. Sehingga pihak panitia bergegas membawanya ke pos kesehatan terdekat. Namus naas, Fikri yang lalu dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang, meninggal dalam perjalanan.

Kasus ini pun bak seperti ditelan bumi. Dikarenakan tidak adanya proses hukum untuk menjerat para pelaku ke meja hijau. Padahal, tindakan kekerasan secara fisik sudah masuk ke ranah pidana. Apalagi, sampai membuat korban meninggal dunia. Ironisnya, pihak ITN Malang seakan tidak ingin disalahkan, dan terkesan menutup-nutupi kasus ini dari kejadian yang sebenarnya. Naas bagi (Alm) Fikri, sikap kepahlawanannya yang ingin menyelamatkan teman-temannya dari aksi kekerasan mahasiswa senior, harus membuatnya meregang nyawa ditangan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. [RioC/AM/CJ]