Tangerang, Gapura Nusantara - PT Sendika Perkasa Mega Utama yang beralamat di Jl. Pos Pengumben Raya No.1 Serengseng Jakarta Barat, yang memenangkan tender terminal
3, adanya dugaan campur tangan dari pihak oknum petugas PT Angkasa Pura yang nakal.
PT Sendika Perkasa Mega Utama adalah rekanan PT Angkasa Pura yang memenangkan tender di
terminal 3 untuk pelayanan barang dan jasa. Dimana pengoperasianya adalah perawatan
gedung dan Fasilitasnya agar terminal tersebut menjadi nyaman bagi para pengguna jasa sehingga memuaskan pengguna
jasa.
Pada tangga l
September 2012, PT Sendika Perkasa Mega Utama memenangkan tender yang
dipimpin oleh Dodi sebagai Dirut dan Ibu Sera sebagai pengendali operasional, menurut sumber informasi yang kami
dapat dilapangan. Bukan itu saja sumber tersebut juga mengatakan nilai kontrak PT Sendika Perkasa Mega Utama kurang lebih yaitu 4,14 Milyar lebih besar dari PT Spectra yang hanya 2,1milyar, yaitu PT sebelumnya.
Dugaan
adanya main mata petugas oknum PT Angkasa Pura 11
Bandara Soekarano-Hata, dengan pihak Pt Sendika Perkasa Mega Utama terlihat dengan banyaknya
penyimpangan yang dilakukan oleh PT Sendika dalam pelayanan baik mulai dari
peralatan yang tidak sesuai dengan kontrak, dimana tugas Angkasa Pura yang mengontrol dan mengawasi
malah terkesan menutupi kesalahan PT Sendika Perkasa Mega Utama.
Kebijakan-kebijakan
lain yang mengganggu kenyamanan dalam bekerja
adalah di tugaskannya Site Manager baru yang kurang professional dalam bidangnya dan tidak mau
koordinasi dengan para supervisor. Bukan itu saja dari hasil temuan wartawan
Gapura Nusantara dilapangan saat konfirmasi kepada salah seorang karyawan Cleaning Service mengatakan ”penyalahgunaan chemical yang
membahayakan keselamatan pengguna jasa, seperti chemical shampho, karpet
digunakan sebagai sabun cuci tangan, yang mengakibatkan gatal-gatal dan alergi
sehingga merusak tangan, juga Deterjen digunakan untuk membersihkan material
yang ada di toilet yang berakibat merusak material tersebut katanya sambil
memelas kesal”dengan nada sinis.
Selain
masalah pelayanan kebersihan ada salah seorang Clening Service yang bekerja di PT Sendika Perkasa Mega Utama merasa terancam karena akan
di berikan surat peringatan (SP) apabila tidak mengikuti kebijakannya.
Sumber lain
juga mengatakan dari sebagian kebijakan-kebijakan yang di terapkan oleh PT Sendika Perkasa Mega Utama membuat para pekerja atau karyawan
tidak merasakan kenyamanan dan merasa tertekan. Beberapa karyawan yang berusaha
untuk mengadukan permasalahan ini kepada ibu Sera sebagai pengendali operasional justru malah
mendapatkan perlakuan yang sama, tidak mendapatkan dukungan tapi malah
disudutkan dan dipersalahkan. Site manager yang seharusnya diperoses malah sebaliknya
kami dan kawan-kawan yang mendapatkan surat peringatan (SP.1), dari beberapa keterangan nara
sumber karyawan yang di keluarkan dengan pemutusan kerja secara sepihak.
Sebagai
contoh peralatan barang-barang yang tidak sesuai dengan tender diantaranya, mesin
scrubber, hanya ada 1unit yang seharusnya ada 3 sehingga tidak sesuai dengan kebutuhan, mesin floor
plolisher, juga hanya 1unit yang seharusnya lebih dari 1 yang mengakibatkan
penghambatan karena tidak sesuai dengan kebutuhannya. Bukan itu saja Scaffolding juga
hanya ada 1unit dan dibantu dengan jenis lift miik PT Angkasa Pura 11, karena peralatan masih
kurang memadai.
Seharusnya PT Angkasa Pura 11 mengambil tindakan tegas
bukan malah membiarkan. Dugaan kuat
adanya ikut campur petugas PT Angkasa Pura karena
banyaknya kejanggalan pengoperasian PT Sendika Perkasa Mega Utama yang tidak semestinya
dibiarkan saja. Peralatan dan
kelengkapan tidak berkualitas sehingga cepat rusak.
Selain mesin
juga ada beberapa bahan-bahan kebutuhan lain yang di biarkan kosong sampai
habis lebih dari dua sampai tiga hari tanpa adanya teguran dari pihak PT Angkasa Pura, contohnya tisyu sering
terjadi kekosongan seperti Handsoap sabun cuci tangan, pembersih lantai, pembersih toilet, dan pembersih
kaca yang mengakibatkan pengguna jasa merasa tidak nyaman dengan pelayanan PT Sendika Perkasa Mega Utama yang tidak maksimal.
Dan yang
lebih mengherankan ada beberapa sumber yang tidak mau namanya disebutkan
mengatakan bagaimana mungkin PT Angkasa Pura 11 mau melakukan tindakan terhadap PT Sendika Perkasa Mega Utama karena mereka semua dapat jatah dana taktis setiap
bulan dari pengelola PT Sendika Perkasa Mega Utama katanya.
Pernyataan
tersebut diperkuat dengan menyebutkan beberapa nama-nama orang petugas Angkasa Pura 11 yang di duga menerima dana
Taktis diantaranya Gm, T3, Alit sadikin, manager tehnik, himawan. Adapun nama lain Restu widodo serta
Dahlan yang diduga membantu meloloskakan tender PT Sendika Perkasa Mega Utama. Nama lainnya yaitu Sgm, Bram Braptoaji
dan Deputy Sgm, Priyono, menurut
nara sumber yang tidak mau menyebutkan namanya.(Hambali)