This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 02 Desember 2013

Pengendara Satria Tewas Ditabrak Truk di Cengkareng



Jakarta, Gapura Nusantara - Seorang pengendara motor tewas mengenaskan setelah ditabrak truk berisi tanah di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, tepatnya di depan Masjid An-Nur, pada pukul 14.30 WIB, Senin (2/12/2013).

Menurut saksi mata, korban yang melaju dari arah Tangerang tersenggol truk tanah sehingga kecelakaan tidak bisa dihindari dan tewas seketika.

“Pengendara sepeda motor Suzuki Satria hitam bernopol B 3671 BEF melaju kencang dari arah Tangerang dan tiba-tiba tersenggol truk tanah sehingga kecelakaan tidak bisa dihindari. Sempat pengemudi truk tanah kabur, namun di jaga oleh warga dan truk tanah tersebut diamankan Ditlantas setempat” ujar Panjul menjelaskan.

Wakasat Lantas Polres Jakarta Barat, Komisaris Budiyono mengatakan, korban bernama Ridho Saputra (23) tewas setelah sepeda motor Suzuki Satria bernopol B 3671 BEF miliknya ditabrak oleh truk bernopol B 9353 FJ.

Saat ini, jenazah korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangungkusumo (RSCM) Jakarta Pusat untuk dilakukan autopsi.(Erni|Agung|Solihin)

Warga Ketapang, Cipondoh Tangerang Antusias Pembuatan Drainase di Wilayahnya



Tangerang, Gapura Nusantara – Pelaksanaan pekerjaan galian saluran/DRAINASE di jalan K. H. Dewantoro, Ketapang, Cipondoh-Tangerang, sudah mulai dikerjakan beberapa hari yang lalu. Masyarakat sangat antusias dengan adanya pelaksanaan galian saluran diwilayahnya tersebut.

Sesuai dengan tekhnis pelaksanaannya, rencananya pekerjaan galian saluran/DRAINASE ini sepanjang 200 meter, ujar Wawan mandor proyek pekerjaan galian saluran mengatakan kepada wartawan Gapura Nusantara, Senin (3/12/2013).

“Rencananya dan sesuai arahan dari pelaksana proyek bahwa galian saluran ini sepanjang 200 meter”, ujarnya.

Sutang Ketua RW 02 Ketapang, Cipondoh-Tangerang, membenarkan adanya pelaksanaan pekerjaan galian saluran/DRAINASE diwilayahnya tersebut. Saluran air/DRAINASE diwilayahnya memang sudah lama diharapkan, karena ketika hujan tidak ada pembuangannya sehingga menjadi genangan air, ujarnya menjelaskan kepada wartawan.

“Warga sangat antusias dengan adanya pelaksanaan pekerjaan galian saluran diwilayahnya, dan memang hal ini sudah lama diharapkan, karena sebelumnya ketika hujan jalan menjadi genangan air dikarenakan tidak ada pembuangan air”, katanya.(Dedy|Agung|Solihin)

Mahasiswa Baru Tewas di Tangan Senior

Jakarta, GNN – Seorang mahasiswa baru, jurusan Planologi, Institut Tekhnologi Nasional (ITN) Malang, meninggal dunia pada saat acara orientasi Kemah Bakti Desa dan Temu Akrab di Kawasan Pantai Goa China, desa Sitiarjo Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang, pada sabtu (13/10/2013) lalu. Fikri, mahasiswa baru yang berasal dari Mataram, NTB, meninggal dunia akibat tindakan kekerasan yang dilakukan pihak panita.
 
Penjelasan yang didapatkan seputarmalang.com dari pihak kampus melalui Kepala Jurusan (Kajur) Planologi, Ibnu Sasongko, menuturkan, kegiatan KBD (Kemah Bakti Desa) dan Temu Akrab sudah menjadi tradisi mahasiswa baru ITN, jurusan Planologi.

Adapun kematian mahasiswa baru tersebut, dianggap sebagai musibah yang bisa terjadi pada siapapun. Lanjutnya, penuturan yang didapatkan dari panitia, korban saat kegiatan berlangsung banyak mendapatkan perlakuan khusus, dikarenakan postur tubuhnya yang gemuk sehingga dikhawatirkan akan mudah terkena dehidrasi.

“Seperti pada waktu acara pembersihan pantai dan naik bukit, korban mendapatkan perlakuan khusus dengan naik sepeda motor menuju lokasi, dan tiba-tiba saat sampai, korban sudah tidak sadarkan diri sambil mendengkur (ngorok, red). Akhirnya, oleh pihak panitia dibawa ke pos terdekat, hingga dibawa ke RSU Saiful Anwar, Malang. Namun nyawanya sudah tidak tertolong lagi,” tutup Ibnu Sasongko.

Sedangkan hasil investigasi seputarmalang.com dilapangan yang mewawancarai narasumber (teman korban, red) mendapatkan cerita yang bertolak belakang dengan yang disampaikan pihak kampus ITN. Menurut cerita yang dipaparkan oleh teman korban, kegiatan KBD (Kemah Bakti Desa) tersebut tidaklah manusiawi, seperti pemberian air mineral yang hanya dua botol kepada seluruh mahasiswa baru yang berjumlah 114 orang oleh pihak panitia (Fendem, red).

“Jangankan Alm. Fikri yang tidak akan mengalami dehidrasi. Kami banyak yang menahan haus, karena satu orang hanya bisa meneguk satu sendok air mineral. Dan pada hari Jum’at malamnya (11/10/13), pada saat acara ‘take me out’, terjadi skenario kekerasan terencana yang dilakukan oleh Fendem (senior keamanan). Alm. Fikri disuruh menyampaikan ungkapan keinginannya atas perlakuan Fendem kepada temen-temannya. Alm. Fikri berkata, ‘Saya akan melindungi kalian teman-teman, dari kekerasan Fendem!’,” cerita narasumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Dia pun menambahkan, hal tersebut dikarenakan sebelumnya korban melihat perlakuan Fendem yang tidak manusiawi, seperti sebuah pisang yang harus digunakan untuk menggosok gigi secara bergilir. Dan bagi yang terakhir, harus memakan pisang tersebut yang ternyata jatuh pada korban. Lebih gilanya lagi, pada jam dua dini hari, mahasiswa baru dibangunkan secara paksa sambil ditendang dan diinjak. Bahkan, mahasiswa baru putri mengalami pelecehan seksual. Mereka disuruh membentuk singkong yang menyerupai alat kelamin laki-laki, dan lalu dipaksa mengelus-ngelusnya seperti melakukan oral seks.

Pernyataan korban yang akan menyelamatkan teman-temannya dari kekerasan Fendem tersebutlah yang membuat dirinya disiksa habisan-habisan. “Alm. Fikri dibawa kebalik tenda, dan lalu disiksa oleh Fendem. Sedangkan kami hanya mendengar erangan kesakitan dari Almarhum. ‘Kalau kau mau mati, mati aja kau. Biar dikubur disini! ” ucap narasumber tersebut, menirukan percakapan salah seorang anggota Fendem yang membentak korban.
Fikri meninggal akibat kehabisan nafas (dehidrasi, red) setelah melakukan perataan lahan di penanaman mangrove disekitar lokasi, saat perjalanan menaiki bukit. Namun, pihak panita justru menganggapnya hanya berpura-pura. Yang pada akhirnya, Fikri pun pingsan tidak sadarkan diri. Sehingga pihak panitia bergegas membawanya ke pos kesehatan terdekat. Namus naas, Fikri yang lalu dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang, meninggal dalam perjalanan.

Kasus ini pun bak seperti ditelan bumi. Dikarenakan tidak adanya proses hukum untuk menjerat para pelaku ke meja hijau. Padahal, tindakan kekerasan secara fisik sudah masuk ke ranah pidana. Apalagi, sampai membuat korban meninggal dunia. Ironisnya, pihak ITN Malang seakan tidak ingin disalahkan, dan terkesan menutup-nutupi kasus ini dari kejadian yang sebenarnya. Naas bagi (Alm) Fikri, sikap kepahlawanannya yang ingin menyelamatkan teman-temannya dari aksi kekerasan mahasiswa senior, harus membuatnya meregang nyawa ditangan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. [RioC/AM/CJ]

Kamis, 28 November 2013

Tindak Tegas Home Industri Nakal Yang Berdiri di Lahan Garapan

Jakarta, Gapura Nusantara - Pemerintah harus bertindak tegas terhadap para pelaku usaha yang dengan sengaja mendirikan bangunan untuk tempat usaha disempadan sungai di DKI Jakarta. Dalam hal ini bangunan tanpa ijin yang digunakan sebagai tempat usaha dan tempat tinggal disepanjang sempadan Kali Jembatan Ancol Manyer melanggar aturan.

Seperti tampak terlihat dalam pantauan Gapura Nusantara, bangunan berdiri disempadan sungai  yang dijadikan tempat usaha untuk produksi Akcesoris sepeda motor. Usaha tersebut menjalankan aktifitas dengan bebasnya tanpa tersentuh oleh pengawas instansi terkait.

Diketahui pemilik perusahaan bernama Abun, bergerak di Industri pembuatan Spion motor. Usaha tersebut sudah hampir 15 tahun beroperasi dan memiliki karyawan sekitar 20 an.

Aan, penanggung jawab produksi ketika dikonfirmasi wartawan Gapura Nusantara perihal usaha yang dilakukannya mengatakan bahwa, usahanya ini sudah lama beroperasi dan sudah diketahui oleh kelurahan dan kecamatan setempat.

 “Saya sudah berkordinasi dengan pengurus wilayah dari kelurahan sampai kecamatan, dan mereka mengijinkannya”, ungkapnya kepada wartawan GN.

Ketika dikroscek oleh Gapura Nusantara mengenai legalitas perusahaan tersebut Aan tidak dapat menunjukan surat-surat tersebut yang di maksud.

Dalam hal ini Pemerintahan Wali Kota Jakarta Barat khususnya  instansi terkait harus lebih ekstra dan tegas dalam mengawasi kegiatan usaha tanpa pandang bulu. Padahal sudah sangat jelas bahwa bangunan yang berdiri disempadan sungai melanggar Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 1994, dan sangsinya pembongkaran.

Lebih lanjut, produksi jenis acsesoris yang kualitas nya tidak berstandart SNI dari produksi tersebut tidak sesuai standart dan tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Bangunan Abun bermasalah


Selain bangunan milik Abun yang berdiri disempadan Kali Jembatan Ancol Manyar, tampak bangunan baru berdiri tanpa IMB (Ijin Membangunan Bangunan) yang diketahui juga milik Abun.

Ketika wartawan Gapura Nusantara konfirmasi Abun melalui Via Telepon perihal IMB bangunan tersebut, dengan lantang mengatakan bahwa bangunan tersebut sudah diurus pihak kecamatan oleh SPN dan HSN yang merupakan anggota Satpol PP Kecamatan kalideres.

“Saya sudah berkoordinasi ke Kelurahan Tegal Alur dan Kecamatan Kalideres, dan pengurusan ijin sudah diserahkan SPN dan HSN anggota dari Satpol PP” ujar Abun.

Abun pun kurang kooperatif dalam memberikan keterangan, bahkan ketika wartawan Gapura Nusantara hendak konfirmasi ditemui oleh orang ke tiga yang merupakan orang suruhan Abun.

Dalam hal ini pemerintah harus bertindak tegas sesuai dengan Tupoksinya. Khususnya instansi terkait, P2B (Pengawas Penertiban dan Pembangunan), Dinas Tenaga Kerja, Dinas Tata Ruang dan Dinas Pekerjaan Umum untuk sidak langsung dalam pengawasan usaha yang menyalahi aturan.(Dedy|Aldi)

Kamis, 21 November 2013

PT Angkasa Pura 11 Di Duga Ada Main Dengan PT Sendika Perkasa Mega Utama Dalam Memenangkan Tender Diterminal 3 Bandara Soekarno-Hata



Tangerang, Gapura Nusantara - PT Sendika Perkasa Mega Utama yang beralamat di Jl. Pos Pengumben Raya No.1 Serengseng Jakarta Barat, yang memenangkan tender terminal 3, adanya dugaan campur tangan dari pihak oknum petugas PT Angkasa Pura yang nakal.

PT Sendika Perkasa Mega Utama adalah rekanan PT Angkasa Pura yang memenangkan tender di terminal 3 untuk pelayanan barang dan jasa. Dimana pengoperasianya adalah perawatan gedung dan Fasilitasnya agar terminal tersebut menjadi nyaman  bagi para pengguna jasa sehingga memuaskan pengguna jasa.

Pada tangga l September 2012, PT Sendika Perkasa Mega Utama memenangkan tender yang dipimpin oleh Dodi sebagai Dirut dan Ibu Sera  sebagai pengendali operasional, menurut sumber informasi yang kami dapat dilapangan. Bukan itu saja sumber tersebut juga mengatakan nilai kontrak PT Sendika Perkasa Mega Utama kurang lebih yaitu 4,14 Milyar lebih besar dari PT Spectra yang hanya 2,1milyar, yaitu PT sebelumnya.

Dugaan adanya main mata petugas oknum PT Angkasa Pura 11 Bandara Soekarano-Hata, dengan pihak Pt Sendika Perkasa Mega Utama terlihat dengan banyaknya penyimpangan yang dilakukan oleh PT Sendika dalam pelayanan baik mulai dari peralatan yang tidak sesuai dengan kontrak, dimana tugas Angkasa Pura yang mengontrol dan mengawasi malah terkesan menutupi kesalahan PT Sendika Perkasa Mega Utama.

Kebijakan-kebijakan lain yang mengganggu kenyamanan dalam bekerja adalah di tugaskannya Site Manager baru yang kurang professional dalam bidangnya dan tidak mau koordinasi dengan para supervisor. Bukan itu saja dari hasil temuan wartawan Gapura Nusantara dilapangan saat konfirmasi kepada salah seorang karyawan Cleaning Service mengatakan ”penyalahgunaan chemical yang membahayakan keselamatan pengguna jasa, seperti chemical shampho, karpet digunakan sebagai sabun cuci tangan, yang mengakibatkan gatal-gatal dan alergi sehingga merusak tangan, juga Deterjen digunakan untuk membersihkan material yang ada di toilet yang berakibat merusak material tersebut katanya sambil memelas kesal”dengan nada sinis.

Selain masalah pelayanan kebersihan ada salah seorang Clening Service yang bekerja di PT Sendika Perkasa Mega Utama merasa terancam karena akan di berikan surat peringatan (SP) apabila tidak mengikuti kebijakannya.

Sumber lain juga mengatakan dari sebagian kebijakan-kebijakan yang di terapkan oleh PT Sendika Perkasa Mega Utama membuat para pekerja atau karyawan tidak merasakan kenyamanan dan merasa tertekan. Beberapa karyawan yang berusaha untuk mengadukan permasalahan ini kepada ibu Sera  sebagai pengendali operasional justru malah mendapatkan perlakuan yang sama, tidak mendapatkan dukungan tapi malah disudutkan dan dipersalahkan. Site manager yang seharusnya diperoses malah sebaliknya kami dan kawan-kawan yang mendapatkan surat peringatan (SP.1), dari beberapa keterangan nara sumber karyawan yang di keluarkan dengan pemutusan kerja secara sepihak.

Sebagai contoh peralatan barang-barang yang tidak sesuai dengan tender diantaranya, mesin scrubber, hanya ada 1unit yang seharusnya ada 3 sehingga tidak sesuai dengan kebutuhan, mesin floor plolisher, juga hanya 1unit yang seharusnya lebih dari 1 yang mengakibatkan penghambatan karena tidak sesuai dengan kebutuhannya. Bukan itu saja Scaffolding juga hanya ada 1unit dan dibantu dengan jenis lift miik PT Angkasa Pura 11, karena peralatan masih kurang memadai.

Seharusnya PT Angkasa Pura 11 mengambil tindakan tegas bukan malah membiarkan. Dugaan kuat adanya ikut campur petugas PT Angkasa Pura karena banyaknya kejanggalan pengoperasian PT Sendika Perkasa Mega Utama yang tidak semestinya dibiarkan saja. Peralatan dan kelengkapan tidak berkualitas sehingga cepat rusak.

Selain mesin juga ada beberapa bahan-bahan kebutuhan lain yang di biarkan kosong sampai habis lebih dari dua sampai tiga hari tanpa adanya teguran dari pihak PT Angkasa Pura, contohnya tisyu sering terjadi kekosongan seperti Handsoap sabun cuci tangan, pembersih lantai, pembersih toilet, dan pembersih kaca yang mengakibatkan pengguna jasa merasa tidak nyaman dengan pelayanan PT Sendika Perkasa Mega Utama yang tidak maksimal.

Dan yang lebih mengherankan ada beberapa sumber yang tidak mau namanya disebutkan mengatakan bagaimana mungkin PT Angkasa Pura 11 mau melakukan tindakan terhadap PT Sendika Perkasa Mega Utama karena  mereka semua dapat jatah dana taktis setiap bulan dari pengelola PT Sendika Perkasa Mega Utama katanya.

Pernyataan tersebut diperkuat dengan menyebutkan beberapa nama-nama orang petugas Angkasa Pura 11 yang di duga menerima dana Taktis diantaranya Gm, T3, Alit sadikin, manager tehnik, himawan. Adapun nama lain Restu widodo serta Dahlan yang diduga membantu meloloskakan tender PT Sendika Perkasa Mega Utama. Nama lainnya yaitu Sgm, Bram Braptoaji dan Deputy Sgm, Priyono, menurut nara sumber yang tidak mau menyebutkan namanya.(Hambali)